Postingan

Sedetail Perhatian, Sesederhana Cinta KarenaNya

Gambar
Meski telah beranjak ke peraduan, sapuan cahaya mentari masih menyata kala itu. Sore hari yang menyenangkan bagi kami karena jalinan ukhuwah terasa kian meningkat elastisitasnya. Tiada lagi dirundung tanya 'kenapa dia begini atau begitu'.

Salah satu hal yang membuat ukhuwah semakin hangat adalah karena moment semisal dengan ini, menjenguk teman yang sakit. Kami berempat seragam abu-abu, menyeberangi rel kereta yang sudah lama terabaikan. Jilbab putih kami berkibar-kibar dimainkan angin sore yang sepoi-sepoi. Sempat kulihat Novi beberapa kali memegangi ujung jilbabnya agar aurat tak tersingkap. Begitu juga dengan kawanku yang lainnya. Menjaga jilbab agar tetap pada posisinya.

Sore itu, selepas menjenguk Yuli, satu persatu dari kami saling berpamitan. Berjabat tangan hangat dan cipika-cipiki sejenak. Tak lupa mengucapkan salam perpisahan.

“Assalammu’alaykum. Sampai ketemu besok ya. Insya Alloh.” Senyum manis Nurul turut menghiasi salamnya kepada Novi dan kawan-kawan. Aku han…

Catatan Cinta Seorang Mutarobbi

Cinta, tak ada yang tahu pasti kapan ia hadir dan bersemai indah. Hingga kerap dikatakan membutakan, ya cinta itu buta, entah pepatah darimana. Tapi semoga tidak sampai menulikan dan membisukan. Hingga, dengan kebutaan cinta, kita masih mendengar untuk mau menelaah ke palung hati dan mampu mengutarakan dalam ketegasan. Baik itu adalah baik dan benar itu adalah benar, pun begitu sebaliknya.

Cinta, ia yang akan membuatmu bertahan dan berkorban. Dengan segala daya dan kemampuan. Meski perih dan luka menggores tajam di hati. Perih karena harus menahan diri dari apa yang kau inginkan. Luka karena semua tak sejalan dengan apa yang kau harapkan.

Ya.. Ini lagi dan lagi tentang cinta. Yang mungkin sudah bosan kau mendengar aneka rupa olahan aksara tentangnya. Tak hingga narasi indah bermain dengannya. Tapi, tak jua engkau jemu membaca tentang cinta. Begitukah?

Hela nafas panjang mewarnai literasi yang coba kubangun kali ini. Karena bagiku, ini termasuk tulisan sakral. Tentang cinta ya…

Cikuray: Pendakian 'Tentengan'

Gambar
Rabu, 6 Agustus 2014 menjadi salah satu warna baru dalam penggalan episode pengalaman pendakian penulis. Berangkat dari Jakarta pada Selasa (5/07) sore munuju Garut, Jawa Barat. Tak seperti pendakian ke Papandayan Agustus tahun lalu, kami tidak lagi disambut dengan udara yang menusuk tulang. Mungkin hal ini karena adanya perbedaan waktu sampai. Kemarin kami sampai Garut sekitar pukul 21.30-an, sedangkan waktu itu, kami baru sampai terminal Guntur dini hari, 01.00.

Untuk tim akhwat, ini layaknya nostalgia 1 tahun pendakian, ada yang menyebutnya dengan 'Papandayan Cup'. Yups, reunian Papandayan cup di Cikuray. Hoho.. betul sekali. Tujuan pendakian kali ini adalah Cikuray 2818 mdpl. =) Kabarnya, merupakan gunung tertinggi di Garut. Awalnya, tidak ada niatan untuk mendaki, hanya memang ingin menikmati liburan dengan nuansa alam. Tetiba dapat tawaran dari U-Din untuk ke Cikuray. Dengan penuh semangat kami mengiyakan.

Setiap perjalanan memiliki kisahnya masing-masing, begitu…

Dibalik E-Tiket Trans Jakarta

Huuaaa.... Udah lama rasanya gak nulis buat pribadi... Kangen berceloteh tanpa kejelasan alur dan kata, tapi insya Alloh tetap bermakna... Hehe.. Okke,, kali ini saya mau nulis sesuatu yang sedari kemarin terpendam.. Apakah itu..? Eng, ing, eng... -Kok jadi geje dan lebay gini ya. -_-"- Baiklah, dicukupkan ketidak-beradaban ini. Mari kita serius sejenak. =D

Siapa warga Jakarta yang tak kenal dengan Trans Jakarta? Bus yang memiliki beberapa koridor tujuan ini cukup digandrungi warga karena terbilang cukup murah dan memanusiakan manusia. Bayangkan, dari Ancol sampai Kampung Melayu hanya -istilahnya, dari ujung ke ujung- Rp. 3.500. Coba kalau kita naik angkutan umum biasa, harus ke terminal Senen dulu yang bertarif Rp. 3.000, baru lanjut angkot yang ke Kampung Melayu dengan ongkos Rp. 4.000. Kalau ongkosnya ditotal, bisa untuk pulang-pergi naik TransJak.

Disamping keunggulan TransJak tersebut, ada juga kelemahannya yakni terkadang armadanya lama.. Bisa menghabiskan 30 menit sam…

Segores Berkah di Mimpi Duniamu

Rindu mengelus lembut dan sesekali meneror canda.
Meski mungkin, aroma cinta masih tertatar tiris.
Pada jalan setapak yang coba ku-'imani'.

Aku terpaku, dalam mimpi duniamu.
Yang menjerat mimpi-mimpiku.

Menghentakan.
Membuatku makin meradang dalam degupnya yang terasa panjang.
Panjang oleh kebosanan yang mengintai.

Inginku berontak.
Berbicara lantang, memukau ibamu.
Tapi,dayaku tak sampai.

Karena dalam mimpi duniamu.
Mungkin segores berkah hampiriku.

Anehnya Rasa Cemburu

Gambar
"Rasa cemburu dapat hadir seketika. Meski tanpa kekhususan rasa. Benarkah? Yah, inilah uniknya hati."

Pernahkah merasa cemburu pada seseorang padahal diantara kita tidak ada ikatan apappun atau memliki perasaan khusus. Pernahkah? Apakah hal ini nampak wajar? Bagaimana menurutmu? Hemm.. Mungkin fenomena ini bisa tenilai langka, konyol atau unik. Atau nampak aneh. Hehe.. Apapun itu, nyata-nya ini yang penuis alami. Kok bisa? Entahlah.. Moga nanti paska membaca coloteh hati ini pembaca akan mengerti dan memahami. Kalaupun tidak jua paham, tak apa. n_n

Rasa ini bermula dari suatu moment. Yakni saat penulis menyaksikan 'tingkah laku' sepasang ikhwan-akhwat yang notabene tidak memiliki hubungan khusus. Tapi mereka tampak akrab dan 'mesra'. Padahal belum lama kenal. Kok bisa? Haha.. Yah begitulah ketika alam (hiking) mempertemukan kami. Meski sebelumnya tak saling kenal, tapi bisa akrab. Hemm... Mesra disini sebenarnya mungkin standar bagi sebagian kalian. Ya.., ha…

Menjejak Puncak Prau; Tiba-Tiba Menjadi (Sok) Kuat

Gambar
Segala puji bagi Alloh atas keberlangsungan agenda Akhwat Zone yang diinisiasi oleh Badan Pemberdayaan Perempuan KAMMI Jakarta. Sebuah agenda yang dikhususkan untuk akhwat ini bertujuan guna meningkatkan semangat mujahadah, mempererat ukhuwah serta melatih fisik, mental dan spiritual. Meskipun bernama Akhwat Zone yang berarti zona akhwat, namun tetap dibantu oleh ikhwan. Karena kami sadari betul bahwa ada hal yang belum bisa kami lakukan tanpa bantuan ikhwan. Terutama terkait medan yang memang belum pernah kami singgahi dan banyaknya peserta akhwat pemula dalam dunia hiking.

Kenapa Gn. Prau? Kami memutuskan memilih gunung Prau karena pendakian kali ini didominasi oleh akhwat yang baru pertama kali menjajal mendaki. Prau dengan ketinggiannya yang hanya 2560 mdpl dengan track yang cukup bersahabat untuk pemula membuat kami jatuh hati. =) Akhirnya, pendakian Prau pun dieksekusi.

Berangkat dari Jakarta dengan kereta Serayu Malam pukul 20.40 dan tiba di St. Purwokerto (kurang lebih) …